Sabtu, 16 Agustus 2014

Akhirnya!

Semua sudah terbayar hari ini.
Aku yang selama ini hanya diliputi rasa penasaran dan takjub, akhirnya bisa mengalahkan perasaan ku sendiri.
Untuk melakukan itu semua, ternyata memang dibutuhkan mental yang matang, dan yang paling penting, kita harus mengalahkan rasa gengsi yang ada.
Akhirnya, aku sanggup mengalahkan gengsi.
Akhirnya, aku dapat menghilangkan rasa takjub.

Jangan khawatir. Aku ga akan berbuat macam-macam seperti satu tahun yang lalu, karena rasa penasaran itu telah sirna.
Percaya sama aku, yang aku tunggu sebenarnya cuma kamu. Iya, kamu. Kamu yang selalu paham akan semua mau-ku.
Jangan khawatir juga, aku tak akan pergi cepat-cepat dari tempat ini. Aku masih akan tetap disini, memandangimu, dari tempat aku duduk.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Hal itu...

Terima kasih sudah memberi ku banyak waktu, perhatian, serta pengetahuan. Materi pun tak dapat membeli semua hal yang telah kamu berikan kepada ku.
Di beberapa harimu, aku pernah mengisinya. Aku pernah ada di hari-hari itu menemani kamu. Aku ingat semua percakapan di antara kita. Dan, semua percakapan itu, akan tersimpan rapi disini, dihati ini.
Di beberapa harimu, aku pernah mendapatkan perhatian darimu. Perhatian yang sebelumnya tak pernah aku dapat dari teman-temanku.
Dan di beberapa harimu juga, aku pernah kamu ajarkan mengenai sesuatu yang belum pernah aku ketahui. Semua pengetahuan itu... Kamu yang selalu mengajarkan hal-hal baru yang belum pernah aku ketahui.
Terima kasih untuk semua itu, terima kasih untuk semuanya. Semoga, kita akan selalu ditakdirkan bersama sampai kita menemukan kebahagiaan kita masing-masing.
Tertanda, Tita, salah satu temanmu.

Sabtu, 02 Agustus 2014

Doa Malam Ini

Rasa itu tidak datang secara tiba-tiba. Rasa itu datang perlahan. Awal mula, aku merasa ragu. Namun, makin kesini, aku makin yakin akan rasa itu.
Cinta. Ya, setelah sekian lama tak bersama kata cinta. Aku kembali merasakan indahnya jatuh cinta. Aku kembali merasakan debaran jantung yang cepat ketika menerima pesan singkat dari dia. Aku rasa, hal ini sudah sering terjadi pada sosok perempuan yg sedang jatuh cinta.
Namun sayang, cinta ku sepertinya akan terpendam di dalam hati saja. Aku seorang perempuan, aku tak mungkin mengutarakan perasaan ku padanya. Iya kalo dia memiliki perasaan yang sama denganku. Kalau tidak? Aku hanya mendapat rasa malu dan akibat fatal, mungkin dia tak mau mengenalku lagi. Aku paham akan sosok pribadi dia. Sifat dia memang seperti itu.

Semua yang selama ini dia lakukan, itu tak sebanding dengan uang berapapun. Semua pengorbanan dia, akan selalu aku ingat. Semua percakapan ku dengan dia, tersimpan dan tertata di memori otak ku dengan baik. Hati ku pun sudah menata sebuah tempat yang rapi untuknya. Sayang dia tidak tau..
Siapalah aku ini jika dibandingkan dengan mereka yang mempunyai kecantikan fisik yang luar biasa, atau mereka yang memiliki otak cerdas, atau mereka yang berlimpah harta? Tidak, aku tidaklah memiliki ketiga hal tersebut seutuhnya. Aku tak pernah berusaha untuk merubah sesuatu dari pribadi ku. Ya, aku seperti ini. Dari kekurangan ku, aku bisa melengkapi nya apabila aku berada denganmu. Dengan semua kelebihanmu dan pengetahuanmu, kamu memberi tau kepadaku tentang semua hal yang belum aku ketahui. Kamu mampu mengajarkan ku tentang hal yang sulit aku pahami.

Dan di malam ini, aku hanya berdoa. Semoga kamu bahagia. Aku pun bahagia. Jika kita tidak ditakdirkan bersama, Allah akan memberikan kebahagiaan bagi kita masing-masing. Aku juga hanya dapat memendam semua ini di dalam hati. Semoga, tempat di hati aku akan tetap utuh. Apabila kamu pergi, kamu tidak akan memporak-porandakan tempat di hati ini.

Dari aku, yang selalu menunggu dan memperhatikanmu..