Minggu, 11 Desember 2016

My Acne Story & Review Lazeta Skin (Indonesia)

Setelah sekian lama ga nulis di blog, kali ini akan menyambung tulisan mengenai skincare rutin. Bukan maksud beralih dadakan ke beauty blogger. Bukan. Duit nya masih pas-pasan. Masih prefer ngeluarin duit buat makan daripada jajan kosmetik. Soon kalo udah ada penghasilan, baru koleksi make-up supaya bisa kasih review juga seperti beauty blogger yang lain :p

Cerita ini dimulai beberapa bulan yang lalu, ga tau kenapa di muka ini jerawat bisa parah banget. Dan sampai mau ngaca aja kaya ogah-ogah an. Pengen make make-up juga takut, karena ga sembarang make up bisa nempel di muka aku, bisa-bisa malah nambah jerawatnya. Aku juga udah kehilangan foto waktu masih breakout parah, jadi ga bisa aku upload disini buat perbandingan :(
Aku coba tanya ke hampir semua temen aku pada make skincare apa, treatment apa, dan kena berapa. Sebenernya di Solo sendiri udah banyak skincare, lagi-lagi takut tiap mau coba, tapi tiap lihat hasil dari masing-masing temen ku, bikin kepo.

Lanjut lagi main instagram, nemu yang namanya Lazeta Skin, atau MD Glowing by Lazeta. Brand ambassador dari produk ini yang paling menonjol ya keluarga nya Raffi Ahmad, dan mba-mba hijabers yang bening nan kinclong. Makin kepo lah, stalking lagi sampai bawah. Mulai yakin, karena ditambah aku juga nge fans sama mba Gigi a.k.a Nagita Slavina. Oke, akhirnya aku konsultasi ke Lazeta itu. Aku kasih lihat kondisi muka aku yang sebulan lalu masih bener-bener breakout parah. Dan aku dikasih paket buat wajah berjerawat. Oiya, paket untuk wajah berjerawat dari Lazeta ini juga beda-beda, tergantung dari kulit wajah kalian masing-masing. Aku takut kalo aku tulis disini nanti kalian akan nyoba itu dan malah ga cocok.

Waktu udah berjalan sebulan dan hasilnyaaaaaa not too bad! I'm happy!
Jerawatnya udah mulai hilang, udah ga separah beberapa bulan yang lalu. Untuk masalah harga di Lazeta juga ga terlalu mahal setelah dipikir, tergantung pemakaian nya. Kalo bisa dipake sambil berhemat, satu paket bisa bertahan sampai dua bulanan. Karena punya ku aja satu bulan baru habis setengah wadah. Dan setelah ini ga akan mau ganti ke skincare yang macem-macem lainnya karena takut wajah breakout lagi.

So, itu dulu sedikit my acne story dan review aku soal Lazeta skincare. Kalo kalian kepo-kepo soal Lazeta, kalian bisa langsung lihat di instagram nya @lazetaskin. Cantik itu butuh pengorbanan girls, entah waktu atau materi. Jadi, kalian musti telaten dengan treatment yang sedang kalian lakukan. Goodluck! ❤

With love, titarahanip.

Rabu, 19 Oktober 2016

Masih Benar

Ada di antara kalian yang suka main feeling dengan orang yang kalian sayang atau ga? Yang feeling nya tepat, dan pasti benar. Like me dengan beberapa orang di sekitar.

Aku masih suka main feeling, ntah sama sahabat atau orang terdekat yang bener-bener udah dekat sama aku (banget). Dan feeling ku ke dia hampir tak pernah meleset. Pernah ku baca beberapa buku dan artikel, itu tandanya "ada keterikatan batin di antara orang itu yang kuat". Tapi, sampai sekarang aku belum temukan jawabnya, apakah yang merasakan sepihak atau kedua belah pihak.

Aku sering menyembunyikan dengan apa yang akan terjadi ke orang-orang di dekat ku, menulis apa yang akan terjadi nantinya di satu buku catatan ku, dan banyak yang kejadian. Entah baik atau buruk. Baik untukku atau tidak. Buruk untukku atau tidak. Tidak mau bertindak layaknya seorang "peramal" yang dapat membaca masa depan. Aku cukup menyimpannya sendiri, dan pada saat yang tepat, aku baru menceritakannya dengan orang-orang yang bisa aku percaya.

Seringkali aku dibilang "negatif thinking banget si jadi orang" apabila aku ceritakan lebih dahulu. Maka dari itu, aku akan ceritakan kisahnya di akhir nanti.
Dalam hati pun tak ingin berpikiran negatif, tapi mau seperti apa lagi, kenyataannya seperti ini.

Kalian yang suka men-judge dengan kalimat diatas; kalian tidak memikirkan apa yang akan terjadi nantinya dalam jangka waktu panjang, makanya aku sering dipenuhi ketakutan akan hal-hal yang akan terjadi. Hal itu selalu benar, tak pernah salah. Mengapa masih ada keterikatan batin yang kuat? Sementara aku sudah jauh melangkah dari titik nol diriku sendiri. Aku harap segera menemukan jawabnya.

Dari aku, yang tidak kunjung terlelap malam ini karena memikirkan mu.

With love, titarahanip.

Selasa, 11 Oktober 2016

Sebait Ucapan Cinta

Sedang dikejar deadline tugas kuliah dan harus menempuh Ujian Tengah Semester, padahal lagi batuk ga enak badan, aku mendarat cantik di salah satu kedai kopi. Bego. Udah tau sakit, masih saja keluar malam dan menikmati secangkir kopi.

Tentu, aku tidak akan memesan es dan kawannya, aku hanya memesan secangkir kopi panas, ditemani buku kuliah, laptop, dan salah seorang sahabatku. Terima kasih ya, sudah mau mengantar dan menemani aku untuk mengerjakan tugas-tugasku.
Ada yang berbeda tapi malam ini. Aku merasa aneh dengan diriku sendiri. Berkutat dengan tugas-tugas selama sebulan yang lalu sampai saat ini, membuat ku lupa memikirkan satu hal yang kurasa penting untuk ku.

Lupakan saja mengenai hal itu. Aku hanya ingin bersajak cinta, mengirim puisi romantis untuk dia yang saat ini sedang berlalu lalang di pikiran ku. Senang berjumpa denganmu. Oh iya, sedang apa kamu saat ini? Apa kamu juga sibuk? Atau sedang membuka tutup ponsel menunggu pesan dari seseorang yang kamu harapkan? Apa aku juga akan menjadi orang yang kamu harapkan? Oh, ku harap begitu.

Beribu pesan cinta tertulis indah di ponsel ku, satu pun tak berani ku kirim untuk mu. Bahkan sekedar mengirim "hai" saja, jari ini tak sanggup menuliskannya. Inikah yang dinamakan sensasi menjadi "secret admirer" bagi seseorang? Jika aku hanya ditakdirkan begini saja, banyak bersyukur lah aku, yang penting aku bisa melihat mu tertawa bahagia melalui postingan-postingan foto di jendela instagram mu. Dan jika aku di takdirkan untuk bisa lebih mengenalmu, aku tak akan pernah melewatkan sedetik pun waktu untuk bersamamu.

Semoga kamu membaca apa yang aku tulis malam ini, dari aku, yang sedang batuk dan kehabisan suara.

With love, titarahanip.

Senin, 10 Oktober 2016

Jatuh Cinta Lagi?

Pada akhirnya, aku akan jatuh cinta dengan seseorang yang tak terduga. Seseorang yang keberadaannya selalu aku kesampingkan. Padahal dia ada, padahal kami bisa berkabar.

Sayangnya, aku sudah tidak mau berkabar-kabar seperti itu. Aku ingat betul, dia pernah berujar;
Kamu masih bisa makan kan kalo aku ga ingatkan? Kamu masih harus sholat kan tanpa aku suruh? Kalau kamu sakit, kamu bisa ke dokter lalu ke apotek kan tanpa harus ada aku?

Ya, dia mengajarkan aku untuk belajar mandiri, tidak hidup dalam ketergantungan. Aku tidak pernah iri dengan teman ataupun sahabat yang dengan mudahnya bisa berkabar dengan pacar/kecengan masing-masing. Aku sudah terbiasa dengan kirim pesan pagi ini, dibalas besok sore. Aku belajar memahami, belajar bersabar.

Tapi, dengannya aku lupa bagaimana rasanya menangis tersedu-sedu hanya karena pesan singkat tidak dibalas. Merasa bebas, tidak terikat, tapi harus bertanggung jawab.

Mau aku punya pacar sekalipun, dia tak akan marah, tidak. Karena di antara kami, belum terikat status yang resmi. Aku pun tak mau mengejar-ngejar status. Toh buat apa, kalau kami berdua lebih bahagia seperti ini. Tapi buat saat ini, rasanya untuk membuka hati buat yang lain masih cukup sulit. Masih tersimpan rasa-rasa trauma. Masih harus meraba-raba sifat orang.

Yang cover nya baik, belum tentu baik buat ku. Yang cover nya seenaknya sendiri, belum tentu jahat ke aku. Ya, namanya juga hidup, apapun dijalani segimana bahagia nya ya. Tapi, namanya pangeran pujaan hati akan datang dengan sendirinya dan cerita ini akan berakhir dengan bahagia! Aamiin

Btw, semangat bertugas ya. Semoga apa yang kamu kerjakan selalu menjadi berkah dan ibadah buat mu dan orang-orang di sekitar juga. Aamiin

With love, titarahanip.

Kamis, 14 Juli 2016

Happy Nineeten

Alhamdulillah sampai sudah di usia 19 tahun. Terima kasih ya Allah sudah beri kehidupan sampai saat ini.
Sudah mengirimkan orang-orang yang sayang sama Tita.

Jika boleh diputar satu tahun ke belakang, benar-benar ngerasain up and down of life. Eh bener ga sik, ya basa Inggris nya? Gitu lah pokoknya. Mulai dari happy ulang tahun tahun lalu punya pacar, kena siklus putus, siklus drama berbulan-bulan sampai berat badan turun 6kg. Whatthe.. :'))

Tapi peristiwa itu sudah buat aku makin dewasa. Makin mengerti soal hidup, banyak makna kehidupan yang bisa aku ambil. Di saat aku merasa kehilangan satu orang yang aku sayang, aku bisa buka mata & hati, ternyata masih banyak orang lain yang sayang tulus sama aku. Terima kasih ya teman-teman yang sudah seringkali aku repotkan :'D dalam berbagai urusan. Tita sayang kalian!!

Kuliah pun sudah jalan satu tahun. So far so good. Dengan lingkungan sekitar pun ya bisa dibilang baik-baik saja. Biarpun ada sedikit kerikil. Hehe. Terima kasih ya teman-teman & keluarga yang sudah mendoakan supaya Tita lulus kuliah tepat waktu. Aamiin ya!

Untuk segala doa yang baik, paling banyak mendoakan agar Tita cepat move on dan punya pacar baru. Aku pun bisa aamiin-kan saja ya teman-teman. Belum tau jalan ke depan nya gimana, perasaan Tita pun masih terombang-ambing sampai sekarang, jujur. Tapi tenang aja, berkat doa & dukungan kalian, aku pun usaha buat buka hati untuk yang baru. Eeeaaa. Ada yang udah mulai diliat-liat. Ya liat-liat dulu ya. Belum berani macam-macam. Haha.

Ada yang aku harapkan sebenarnya buat ngucapin selamat ulangtahun, bahkan sampai hari ini aku masih setia nunggu dia. Sayangnya, sudah lost contact sejak lama. Sedih? Sedih banget. Aku udah terlalu sayang sama orang yang benar-benar aku tunggu itu. Sampai aku ngetik ini pun, dia belum nongol juga.

Kalau aku nulis pesan disini dia baca atau ga ya.. Dibaca ga dibaca sih ya, tulis dulu, karena udah bener-bener lost contact.
"Buat kamu, sampai malam ini, kesedihan ku belum habis, karena aku masih nunggu kamu buat hubungi aku. Karena aku ga bisa buat hubungi kamu duluan. Aku sudah berusaha buat hubungi kamu sewaktu Lebaran, tapi ga ada balasan.. Aku harap kamu baik-baik aja ya, segala sesuatu yang terjadi sama kamu, semoga kamu selalu dilindungi sama Allah.. Aamiin"

Sekali lagi, terima kasih ya teman-teman yang sudah memberi ucapan serta mendoakan Tita! Semoga doa yang baik-baik selalu menyertai kalian pula. Aamiin.

With love, titarahanip.

Jumat, 20 Mei 2016

Lucky I'm

Alhamdulillah, akhirnya bisa nulis di blog lagi setelah sebulanan ga berkunjung ke blogger.
Apa kabar teman-teman? Semoga baik-baik saja dan sehat selalu ya.. Aamiin..

Alhamdulillah, dua minggu yang lalu aku bisa menghirup udara Bandung lagi. Yep, memutuskan untuk pergi di tanggal-tanggal genting kemarin ialah keputusan yang cukup sulit. Kenapa ku bilang tanggal genting? Beberapa waktu yang lalu HMP tempat ku sempat mengadakan seminar nasional "Sanskerta" yang Alhamdulillah juga acaranya lancar. Bisa ke Bandung selama lima hari, aku merasa cukup beruntung. Karena ga semua orang bisa jalan-jalan kan yah. Mungkin ada yang terbentur waktu atau budget. Oke, aku ga akan nge bahas soal gimana liburan ku. Tapi, aku akan membahas gimana diri aku yang sekarang, dimana aku mulai ngerasa "balik" dan "beruntung".

Bahagia dengan apa yang ada sekarang. Bersyukur sama keadaan sekarang, dan memang benar, semua akan ada hikmahnya.
Masalah galau-galau yang lalu memang belum sepenuhnya padam, tapi tenang santai saja, galau itu sekarang sering hilangnya seiring berjalannya waktu. Apa alasannya? Sepertinya aku belum bisa menuliskan disini, masih terlalu riskan.

Singkat cerita, aku pernah berkhayal akan sesuatu yang dulu aku sempat bilang "cepat atau lambat, aku pasti bisa, entah kapan waktunya, Gusti Allah ingkang ngijabahi". Daaaaaaan....
Benar! Apa yang dulu aku cita-citakan kejadian juga, sepele sik, tapi cukup bikin hati ini senang bukan main. Benar-benar masalah sepele, dan aku harap, kejadian sekali kemarin, bisa terulang lagi di hari-hari yang akan datang. Aamiin..

Aku pernah merasa kehilangan seseorang yang aku sayangi, tapi aku masih bisa melihatnya.
Di satu masa kemarin, aku merasa juga, ternyata saat aku kehilangan seseorang yang aku sayangi, Allah selalu berbuat adil, aku bisa melihat berapa banyak orang yang perhatian dan sayang sama aku juga. How lucky I'm!!
Tidak semua teman ku atau kalian bisa merasakan apa yang ku rasakan saat ini, tapi efek ini mungkin sangat buruk, aku bisa senyum-senyum sendiri hanya karena memandangi sebuah foto :p
Satu laki-laki hilang, tak pernah memberikan sedikit waktu lagi untukku, hingga aku menyimpan semua cerita yang aku rasakan saat ini sendirian. Belum tau dengan siapa aku akan membagi nya nanti.
Tapi yang jelas, cerita yang aku simpan belakangan ini banyak cerita bahagia nya. Bahagia merasakan mimpi yang jadi nyata.

Terima kasih untuk kamu yang bisa membuat aku tersenyum lagi, seperti hidup tanpa beban dan santai. Sebuah keberuntungan bisa mengenal kamu, tapi tak banyak berharap. Kenal pun aku sudah senang. Bisa liat dari foto pun juga sudah senang.

Sekian postingan ku yang buat kalian mungkin gaje banget, tapi ya, happy me!

With love, titarahanip.

Sabtu, 16 April 2016

Sama

Berada di suatu malam, jam 19.01 suasana nya sangat berbeda sama apa yang aku rasakan satu tahun yang lalu.
Perasaan itu masih sama, hanya berubah sedikit. Aku harap kamu membaca tulisan ku malam hari ini.
Tenang, waktu menulis ini, sudah tidak ada airmata drama yang bercucuran lagi. Seperti katamu waktu itu. Tapi jangan tanyakan akan rasa sedih. Masih. Aku masih menyimpan rasa sedih yang tersisa, entah sampai kapan. Aku harap, suatu saat nanti rasa sedih ini akan terobati dengan sempurna.

"Aku kangen kamu" cuma itu yang bisa aku tulis dalam jendela pesan ku untukmu.
Sudah tidak ada lagi rasa canggung seperti yang kualami berbulan-bulan yang lalu. Rasa gengsi untuk mengungkapkan kangen itu malah semakin membunuhku.
Bunga dari kamu, masih aku simpan, bahkan aku letakkan di samping telefon kamar, agar aku tak pernah lupa dengan apa yang sudah kamu lakukan dan berikan pelajaran untukku waktu itu.
Masih ingat, malam itu kamu datang membawa bunga, dan aku tak tau apa makna bunga yang kamu bawa itu, sampai akhirnya, sewaktu kamu sudah pulang, kamu mengirim pesan singkat untukku akan bunga itu. Kamu tau? Saat itu aku benar-benar merasa bahagia. Bunga itu masih tumbuh loh sampai sekarang, tak perlu disiram, dan tak perlu diberi pupuk. Bunga itu terlihat makin membesar, dan makin indah, tidak seperti yang kamu berikan waktu itu.
Hanya bunga itu yang selalu aku ajak bicara dikala "aku kangen kamu" dan kamu tidak pernah membalas pesan-pesan ku. Ya, mungkin kamu balas, tapi aku rasa balasan itu tidak tepat untukku.

Bunga itu masih akan aku simpan, walaupun makna yang tergantung pada bunga itu tak bernasib sama pada kisah kita. Banyak yang bilang "Barang dari dia kenapa ga dibuang atau dibakar aja?" Oh tentu tidak, barang dari mu mempunyai seribu makna untukku. Bahkan toples selai cokelat kacang yang kamu berikan untukku, masih ku simpan di lemari dapur. Entah apa yang bisa membuat ku sampai seperti ini. Aku tak pernah merasakan ini sebelum-sebelumnya.

Well, malam ini kamu lagi ngapain? Kamu lagi sama siapa? Yang jelas ku tau, kamu sedang bersenang-senang dengan temanmu dan hobimu. Aku tak pernah mau berpikiran yang macam-macam tentangmu, tetapi banyak hal diluar sana yang tak terduga. Apa kamu pernah membayangkan akan jatuh cinta dengan sahabatmu sendiri? Hati-hati, kamu bisa jatuh cinta dengannya.

Tapi, dengan siapapun nanti hatimu berlabuh kembali, aku harap kamu tak mengulang kesalahan yang pernah kamu lakukan saat kita masih berdua tempo hari yang lalu.
Sekarang, aku disini hanya bisa menerima mu sebagai teman, karena kamu menerima ku sebagai sahabat pun sepertinya tak mampu kamu lakukan, karena pemikiran kita tak sejalan, dan tak bisa disandingkan. Untuk apa aku masih banyak berharap akan rasa yang sama.
Semoga setelah kamu baca ini nanti, kamu bisa mengerti apa yang aku maksud. Untuk saat ini, dan entah empat tahun ke depan atau seterusnya, aku masih membutuhkan kamu, untukku bercerita dan berkeluh kesah mengenai apapun itu. Karena aku cuma bisa menceritakan itu ke kamu.

Jika dipikir, betapa beruntungnya aku pernah bersama kamu, biarpun tidak lama, cukup untukku mengambil makna dari semua itu.
Selamat bermalam-minggu-an, sayang! Aku kangen sama kamu, kapan kita mau kencan lagi?
Aku harap secepatnya ya, tanpa ulat bulu atau sahabat mu yang kutakuti itu.
Salam kangen dari perempuan yang kamu ajak menonton Maliq & d'Essentials di H-2 SBMPTN mu dan perempuan yang kamu berikan Edelweiss waktu itu.

With love, titarahanip.

Minggu, 20 Maret 2016

Zona Nyaman Kuliah

Halo, disini aku mau sharing aja pengalaman kuliah ku, yang udah hampir setahunan.
Hazeg, hampir setahun jadi mahasiswi. Aku kuliah di Prodi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Mungkin dulu aku pernah cerita gimana proses nya aku masuk ke salah satu kampus favorit di Indonesia :D

Singkat aja ya, kemarin di semester satu, aku bener-bener ngerasain bingung pas kuliah, kaya di dalem hati tuh ngomong "Oalah gini ya yang namanya kuliah". Dosen cuma masuk, ngasih referensi buku, menjelaskan secukupnya, lalu? PULANGLAH KITA.
Hal kaya gitu berjalan selama satu semester. Apalagi ditambah soal putus cinta kemaren. Halah, itu cuma bikin tambah ganggu kuliah. Jujur, waktu itu bener-bener kehilangan keseimbangan diri sendiri.
Tapi sekarang, itu juga sudah menjadi masa lalu. Cuma ya hubungan sama doi tak sebaik di awal, berharap aja habis ini akan kembali membaik.
Balik lagi ke topik awal, di semester satu sempet males banget ikutan UKM ini itu karena masalah yang kujelasin sebelumnya. Dan di akhir-akhir semester satu, mulai masuklah ke HMP. Himpunan Mahasiswa Prodi. Kalo di Sejarah namanya Forum Mahasiswa Sejarah (FMS).
Keluarlah aku dari zona nyaman ku sejak SMA. Di sini mulai banyak berpikir yang realistis aja.

Setelah itu, aku bertemu dengan teman-teman yang, serius nyenengin banget!!
Temen kuliah satu angkatan itu berasa keluarga banget, karena saat aku "down" kemarin, mereka bener-bener ada buat aku. Aku sayang sama kalian, Historian!
Banyak yang aku dapat selama kuliah, mulai dari sifat-sifat temen yang keliatan dan ga keliatan.
Dan mulai keliatan, mana yang temen dan mana yang "temen". Aku pun sudah mulai mengubah mindset yang ku punya sejak SMA. Makin kesini, sifat bawaan ku yang sempat hilang, mulai kembali lagi. Aku kembali menjadi orang yang ya bisa dibilang gampang bergaul, cerewet, dan suka teriak-teriak.

Mungkin ada salah satu dari kalian yang temen kuliah ku satu angkatan, seringkali kalian liat aku kesel atau marah-marah pas rapat. Dan kalian langsung menjudge "Tita galak, Tita ngeselin". Ok, gapapa. Tapi yang mau aku tekanin ke kalian itu sebenernya "Belajarlah menghargai orang yang sedang berbicara". Kalo kalian bisa menghargai aku saat berbicara atau temen yang lain saat berbicara, disitu nanti kalian akan jauh lebih dihargai.

Mulai semester dua ini pun, aku sering bilang "Kalo aku ga suka, ya aku bilang ga suka. Tapi kalo tertarik, aku bilang sejak awal". Di kuliah ini akan banyak orang yang munafik atau akan banyak fake friend. Uw, kezelllllll. Rasanya pengen nge jambak aja kalo gitu. Em, inget. Astagfirullah.
Mau yang lain nilai kaya gimana, ya jadilah diri sendiri, ga usah deh ikut-ikutan temennya. Salah-salah nanti diri sendiri yang rugi.

Perkara tugas, aku kadang minjem ke kakak tingkat atau ya, barengan lah sama temen.
Tugas kuliah kalo dikerjain sendiri, bisa lumayan lama. Karena rata-rata satu matkul, satu tugas. Orang udah dikerjain sama temen aja ga kelar-kelar, apalagi dikerjain sendiri. Hmm, kelar idup lo.

Mulai juga disibukkan buat beragam acara. Seneng banget. Tapi ya capek, waktunya banyak kesita buat mikir atau rapat. Sayang, itu kan cuma sekali seumur hidup, kalo ga diambil, ga punya pengalaman lah :p

Soal temen deket pun, aku ada satu, yang kalo susah, aku selalu lari ke dia. Aku jarang berkabar lewat chat/sms. Ga pernah basa-basi. Anyway, dia cowok. Pernah ku tulis di postingan ku sebelum-sebelumnya. Ada namanya. Aku ngerasa setengahnya aku yang kemarin-kemarin hilang ya dikembalikan sama dia. Haha. Ga ada rasa galau kalo ga berkirim pesan sama dia. Biarpun satu atau dua mingguan ga ada kabar. Tapi jangan ditanya gimana senengnya ketemu sama dia!! Kaya ga ketemu sama pacar berbulan-bulan :')
Ya, karena itu jalan yang kita pilih. Mau kuliah sejauh apapun ya terserah dia sik. Kalo lebih nyaman nya begitu ya kenapa engga. Udah sama-sama dewasa, udah ngerti mana yang harus dipikirin dan mana yang harus dibuang. Eeaa.

Di penghujung postingan ini, ada pesan untuk temen-temen yang lagi persiapin Jas Merah yang insya Allah diadakan besok September 2016. TETAP SEMANGAT YAH! :*
Perjuangan dan pengorbanan kita harus setimpal dengan hasil yang di dapat. May Allah bless us!

With love, titarahanip.

BOROBUDUR

FINALLY!!!
Setelah empat belasan tahun ga kesini, seminggu yang lalu daku berkunjung lagi ke Borobudur.
Dalam rangka liburan keluarga lebih tepatnya, namun, sebagai salah satu mahasiswa Ilmu Sejarah, banyak yang aku dapat disini. Kalo soal itu, hanya untuk kuliah saja yah :p
Yang mau ku bagi disini hanya beberapa foto saja, karena sekian lama aku ga upload foto di blog karena males banget buat mindahin foto dari kamera/hp ke laptop.
Buat lebih lengkapnya, kalian bisa lihat di instagram  aku :*
Ada foto selfie aku setelah nge upload setahunan yang lalu. Ya, liat bedanya sendiri aja ya :')


 Thankyou buat yang udah pada liat blog ini, sampai ketemu di postingan selanjutnya!

With love, titarahanip.