Jumat, 13 November 2015

Hilang

Sampai hari ini, semuanya masih melekat dalam ingatan. Hal-hal dan kalimat yang sederhana, tapi membuat tenang dan bahagia.

"Jangan lupa sholat ya, aku mandi dulu"
"Makan dong, apa mau aku temenin makan? 😂"
"Aku belum ngantuk, jangan tidur dong"
"Bangun, udah siang"

Selain kalimat itu, masih banyak kalimat lain sebenarnya yang tidak mungkin ku tulis satu persatu.
Lalu bagaimana dengan hal-hal yang sederhana?
Adalah, banyak hal yang sudah kami lalui bersama.
Hal yang selalu membuatku tersenyum, dan aku selalu melihat senyuman di wajahnya. Hal yang tidak dapat ku peroleh lagi.

Untuk saat ini, jujur, semua rasa yang aku punya masih sama. Tidak semudah itu untuk melupakan kebaikan-kebaikan kamu. Tanpa ku tau, kamu sekarang sedang berada dimana dengan siapa. Aku masih memikirkan kamu.
Apa kabar? Semoga baik-baik saja ya, jangan lupa sholat sama makan.

Beberapa kali aku ingin mengirim beberapa pesan singkat untukmu, namun kurasa, belum waktunya, mungkin api yang menyala dalam hatimu, masih ada. Aku masih takut untuk bertegur sapa seperti dulu lagi.

Tenang saja, disini aku baik-baik saja, aku bisa menjaga diri, tanpamu, aku pun bisa bahagia. Dengan teman serta sahabat yang selalu ada untukku. Aku yakin, sekarang, kamu sudah mendapat kebebasan dan kebahagiaan yang kamu cari selama ini.

With love, titarahanip.
.
.
.
Ps: i miss u.

Sabtu, 07 November 2015

Hujan

Di tiap gerimis/hujan, pasti akan memiliki cerita yang takkan terlupakan bagi yang mengalami kejadian-kejadian penting dalam hidupnya. Aku, salah satunya.
Tiap hujan seperti petang ini, memori otak ku selalu berputar, mengingat banyak kejadian yang ku lalui saat hujan/gerimis. Baik kejadian menyenangkan, atau tidak menyenangkan.

Buatku, hujan selalu indah. Karena hujan lah yang bisa membuat ku tersenyum. Hujan itu berkah dari Yang Maha Kuasa, jangan di hujat ataupun di tolak. Di syukuri saja semua. Kembali lagi ke alasan ku untuk tersenyum. Di salah satu hujan yang pernah ku alami, aku pernah menangis bahagia, benar-benar bahagia. Oh saat itu bukan hujan, namun gerimis.

Apa yang membuat aku menangis bahagia? Doa ku selama satu tahun Alhamdulillah terjawab :)
Sungguh saat itu, aku benar-benar merasakan bahagia yang sesungguhnya, setelah aku hampir menyerah. Aku merasa, Allah tidak pernah tidak memberikan apa yang umatnya butuhkan. Pasti, akan diberi, tapi tetap waktu yang akan menemani mu, apabila apa yang kamu mau belum kamu dapatkan.

Jika gerimis saat itu dihubungkan dengan gerimis petang ini, bagaimana? Aku masih tersenyum. Biarpun sesuatu yang Allah beri sewaktu gerimis tempo hari telah pergi. Sesuatu itu perlahan mulai meninggalkan. Dan kenapa aku masih bisa tersenyum?
Setidaknya, aku sudah belajar, bagaimana cara untuk mendapat sesuatu yang aku inginkan dan, saat sesuatu itu pergi, aku benar-benar belajar untuk mengikhlaskan. Tak mudah, tapi aku yakin, bisa :)

Sesuatu itu akan menjadi salah satu pelajaran berharga dalam hidupku, bahwa, "Kamu boleh meminta apa saja yang kamu inginkan pada Allah. Jika Allah mengabulkannya, bersyukurlah, jika tidak, akan ada hal yang jauh lebih baik dari yang kamu minta".

Perbanyaklah berdoa, dan yakinlah, semua akan datang pada waktunya.

With love, titarahanip.

Jumat, 06 November 2015

Terima Kasih

Saat aku menuliskan ini, aku sudah siap untuk menutup semua lembaran yang pernah kita tulis bersama. Saat ini aku udah siap untuk memulai lembaran baru, tanpa kamu ikut mengisinya.

Terima kasih untuk semua waktu yang telah kamu berikan.
Terima kasih untuk semua hal yang telah kamu lakukan.
Terima kasih untuk rasa sayang yang pernah singgah sebentar dihatimu.
Terima kasih pernah membuat ku tersenyum, lalu membuatku menangis, benar-benar menangis begitu hebat.

Kesedihan yang aku rasakan kemarin, perlahan mulai hilang. Kamu yang biasanya melihat aku menangis, aku janji, tak akan ada lagi airmata yang menetes karena kamu alasannya. Sungguh, untuk pertama kalinya, aku ditinggal se sakit ini. Alasan-alasan yang kamu berikan hanya "klise". Saat kamu mengakhiri semuanya, kamu bilang apa, dan seiring berjalannya waktu, alasan yang terlontar dari mulutmu berbeda.

Aku tidak pernah menyesal pernah melalui banyak hal bersamamu. Bukan hanya kamu yang berkorban. Tapi aku? Coba ingat baik-baik, apa saja yang pernah kita lakukan. Apa yang telah aku perbuat dan kamu perbuat. Kamu ingat juga, apa pernah aku meminta sesuatu hal yang itu membuat kamu kerepotan sendiri? Aku mau kamu mengingat semuanya.

Kamu belum bisa berpikir dewasa. Bagaimana caraku untuk mengajakmu bicara baik-baik jika ego yang ada dalam pikiranmu masih tinggi?
Aku yang selama ini selalu dikatakan egois oleh orang-orang disekitarku, untuk kamu, aku mengurangi rasa egois itu, bahkan hilang.

Jika kamu membaca tulisanku saat ini, aku berharap, dengan perempuan manapun kamu, kamu akan bahagia. Dan jangan mengulang kesalahan yang telah kamu lakukan saat bersamaku. Tidak banyak perempuan yang mau menerima apa adanya dan terus-terusan bersabar.
Aku ingin melihat, perempuan seperti apa yang kamu bangga-banggakan saat ini. Memang pasti, untukmu, dia jauh lebih baik dari aku. Tapi, waktu yang akan menjawab.

Sekali lagi, terima kasih sudah pernah mengisi lalu meninggalkan.

With love, titarahanip.