Dia yang bisa mendengarkan segala keluh kesahmu.
Dia yang selalu kamu jadikan pelampiasan saat kamu sedang lelah.
Dia yang sering menghabiskan waktu nya untuk menemani mu. Mungkin pernah, dia sedang sakit atau dia sedang banyak masalah, tetapi dia tetap menemani mu. Itu semua dia lakukan untukmu. Agar kamu bisa tersenyum dan tertawa seperti hari biasanya.
Dia yang mengerti kemauan mu.
Dia yang selalu menasehati segala hal yang kamu lakukan.
Dia yang berpikir panjang mengenai pendapat mu, mengenai usulan mu.
Pernahkah kamu memikirkan semua yang kamu katakan kepadanya dengan berpikir matang-matang?
Aku rasa belum.
Dia yang mengalah saat kamu keras kepala dengan pemikiran mu.
Kamu pikir, mengalah itu mudah? Tidak. Tidak semudah itu seseorang mau mengalah dan menyerahkan kuasa nya padamu.
Dia yang bisa kamu ajak untuk berdiskusi, membahas segala hal.
Mulai dari hal-hal penting, sampai hal-hal sepele yang seharusnya tidak perlu di ungkapkan.
Dia yang sering kamu ajak untuk berbagi kisahmu, entah apa saja. Bahkan hanya sekedar gossip saja, dia terkadang masih mau menanggapi. Mungkin berat bagi dia. Tapi ya kembali ke awal, dia melakukan itu semua hanya untuk membuat mu tersenyum dan tertawa.
Dia yang (mungkin) bisa menerima sifat-sifat burukmu. Tidak semua orang di sekitar mu dapat menerima sifat-sifat burukmu. Hanya segelintir orang, bahkan bisa di hitung dengan jari :)
Dia yang benar-benar aku rasa mau menerima semua kekurangan mu. Mengapa aku bisa berkata seperti itu?
Coba kamu ingat-ingat kembali, berapa kali kamu sudah menyusahkan dia? Berapa kali kelakuan kamu yang nyaris membuat dia naik pitam? Banyak bukan?
Renungkan itu semua.
Sebenarnya, di antara kalian berdua, sudah sama-sama berkorban bukan?
Kamu mungkin tidak merasa apa yang telah dia korban kan untuk mu. Mungkin kamu merasa itu adalah suatu hal yang wajar, tapi tidak buat dia. Setelah ini, aku berharap kamu akan mengetahui masa lalu nya. Apakah dia pernah berbuat seperti itu pada perempuan lain?
Sepertinya belum.
Buat ku, kalian berdua sudah sama-sama berjuang, tapi aku tidak mengerti, kalian sedang berjuang untuk apa? Yang kalian perjuangkan itu atas nama persahabatan atau cinta?
Sampai saat ini, aku tidak bisa menyimpulkan apa yang terjadi di antara kalian berdua.
Aku tidak bisa mengatakan dia cinta kepada mu. Biarpun banyak sekali bukti yang ada, itu semua bukan berarti cinta :) cinta tidak semudah itu.
Memang, jika cinta, dua-dua nya harus berkorban. Tapi, jika yang kalian lakukan hanya berkorban, tanpa tau untuk apa, itu sesuatu yang tidak wajar.
Jika kamu mengatakan kalian hanya berteman/bersahabat, aku tidak dapat menerima nya.
Persabatan tidak seperti itu.
Aku berharap, kamu akan merenungkan semua hal yang telah kamu lakukan ke dia. Begitu pun sebaliknya. Aku juga berharap, suatu hari nanti kalian dapat duduk berdua, membicarakan segala hal yang ada dalam isi hati kalian masing-masing. Aku tau, nanti pasti akan ada salah satu pihak yang terluka. Tapi, sebisa mungkin, aku mendoakan kalian berdua bahagia bersama, bukan bahagia dengan cara kalian masing-masing.
Salam, titarahanip.
Dia yang selalu kamu jadikan pelampiasan saat kamu sedang lelah.
Dia yang sering menghabiskan waktu nya untuk menemani mu. Mungkin pernah, dia sedang sakit atau dia sedang banyak masalah, tetapi dia tetap menemani mu. Itu semua dia lakukan untukmu. Agar kamu bisa tersenyum dan tertawa seperti hari biasanya.
Dia yang mengerti kemauan mu.
Dia yang selalu menasehati segala hal yang kamu lakukan.
Dia yang berpikir panjang mengenai pendapat mu, mengenai usulan mu.
Pernahkah kamu memikirkan semua yang kamu katakan kepadanya dengan berpikir matang-matang?
Aku rasa belum.
Dia yang mengalah saat kamu keras kepala dengan pemikiran mu.
Kamu pikir, mengalah itu mudah? Tidak. Tidak semudah itu seseorang mau mengalah dan menyerahkan kuasa nya padamu.
Dia yang bisa kamu ajak untuk berdiskusi, membahas segala hal.
Mulai dari hal-hal penting, sampai hal-hal sepele yang seharusnya tidak perlu di ungkapkan.
Dia yang sering kamu ajak untuk berbagi kisahmu, entah apa saja. Bahkan hanya sekedar gossip saja, dia terkadang masih mau menanggapi. Mungkin berat bagi dia. Tapi ya kembali ke awal, dia melakukan itu semua hanya untuk membuat mu tersenyum dan tertawa.
Dia yang (mungkin) bisa menerima sifat-sifat burukmu. Tidak semua orang di sekitar mu dapat menerima sifat-sifat burukmu. Hanya segelintir orang, bahkan bisa di hitung dengan jari :)
Dia yang benar-benar aku rasa mau menerima semua kekurangan mu. Mengapa aku bisa berkata seperti itu?
Coba kamu ingat-ingat kembali, berapa kali kamu sudah menyusahkan dia? Berapa kali kelakuan kamu yang nyaris membuat dia naik pitam? Banyak bukan?
Renungkan itu semua.
Sebenarnya, di antara kalian berdua, sudah sama-sama berkorban bukan?
Kamu mungkin tidak merasa apa yang telah dia korban kan untuk mu. Mungkin kamu merasa itu adalah suatu hal yang wajar, tapi tidak buat dia. Setelah ini, aku berharap kamu akan mengetahui masa lalu nya. Apakah dia pernah berbuat seperti itu pada perempuan lain?
Sepertinya belum.
Buat ku, kalian berdua sudah sama-sama berjuang, tapi aku tidak mengerti, kalian sedang berjuang untuk apa? Yang kalian perjuangkan itu atas nama persahabatan atau cinta?
Sampai saat ini, aku tidak bisa menyimpulkan apa yang terjadi di antara kalian berdua.
Aku tidak bisa mengatakan dia cinta kepada mu. Biarpun banyak sekali bukti yang ada, itu semua bukan berarti cinta :) cinta tidak semudah itu.
Memang, jika cinta, dua-dua nya harus berkorban. Tapi, jika yang kalian lakukan hanya berkorban, tanpa tau untuk apa, itu sesuatu yang tidak wajar.
Jika kamu mengatakan kalian hanya berteman/bersahabat, aku tidak dapat menerima nya.
Persabatan tidak seperti itu.
Aku berharap, kamu akan merenungkan semua hal yang telah kamu lakukan ke dia. Begitu pun sebaliknya. Aku juga berharap, suatu hari nanti kalian dapat duduk berdua, membicarakan segala hal yang ada dalam isi hati kalian masing-masing. Aku tau, nanti pasti akan ada salah satu pihak yang terluka. Tapi, sebisa mungkin, aku mendoakan kalian berdua bahagia bersama, bukan bahagia dengan cara kalian masing-masing.
Salam, titarahanip.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar