Selasa, 17 Maret 2015

Airmata Terakhir

Aku menulis ini mungkin sambil nangis bombay, tapi aku janji, ini airmata yang terakhir untukmu. Karena udah banyak airmata yang ku berikan untukmu selama ini.

Malam ini aku bakalan nulis segala ucapan maaf dan terima kasih untukmu yang aku yakin tak dapat ku utarakan secara langsung. Mumpung masih ada waktu.

Pertama, aku minta maaf ya karena aku bawel dan suka bikin kamu marah. Kedua, maaf ya aku suka ganggu waktu istirahat kamu. Lalu, maaf ya aku selalu nyuruh-nyuruh kamu seenak jidat. Maaf ya kalo aku keliatan main-main sama kamu atau keliatan seenaknya sendiri. Maafkan aku ya jika selama ini ada perkataan atau perbuatan ku yang menyinggung dirimu. Ada yang ku lakukan secara tidak sengaja, dan ada yang ku lakukan dengan sengaja, agar kamu sadar. Tapi nyata nya, kamu tak kunjung sadar, bahkan sampai membaca tulisan ku ini.

Selanjutnya, akan ku tuliskan rasa terima kasih ku untukmu.
Terima kasih ya kamu sudah mau mendengarkan semua keluh kesah ku. Terima kasih ya kamu sudah mau membaca dan membalas chat ku yang bahasannya terkadang tidak masuk akal.
Terima kasih ya sudah mau ku repotkan dalam berbagai hal. Terima kasih ya sudah memberi ku kejutan-kejutan yang tak pernah ku duga.
Yang jelas, terima kasih ya sudah mau menemani ku, mengerti aku, dan mungkin menerima ku apa adanya.

Aku sadar, waktu terus berputar, kurang lebih satu bulan lagi, kita akan berpisah.
Dari tempat ku menulis aku akan berdoa, semoga kamu sukses dan bahagia :)

Dari aku yang mulai bosan untuk menunggu, Tita.

Sabtu, 14 Maret 2015

Ya Udah sih Ya

Ku tulis postingan ini saat pikiran lagi ga karuan mikirin UN serta SNMPTN. Di kala genting seperti ini, daku masih sibuk memikirkan "doi". Ya udah lah ya, nama nya juga sayang, mau berusaha lupain model gimana aja tetep aja sayang. Tiga hari ini kaya nya, daku nangis tiap malem. Alay ya? Emang alay. Tapi lama-lama jadi beban juga kalo ga segera di selidiki. Cuman ya, susah banget :') udah ga bisa make mata-mata lagi :')

Siap ga siap. Mau ga mau.
Secepat waktu berjalan, kita bakal berpisah. Yekaleeee barengan mulu, daku juga mau kalo gitu :))
Masalah nya ialah, daku ga siap buat berpisah. Keluar dari zona nyaman sungguh lah sulit. Ahem. Gini sih gampangan nya, kalo misalnya kalian udah nyaman dan deket sama teman kalian, pasti rasanya buat berpisah itu berat. Beda sama temen jaman SMP, yang kita cuman pisah SMA, intensitas kita buat ketemu masih ada. Tapi kalo pisah untuk kuliah...
Boro-boro luar kota, se kampus atau se fakultas aja mungkin susah buat ketemu.
Takut buat keluar dari zona nyaman yang jelas. Aku selalu punya kendala buat adaptasi dan nemuin orang yang cocok :')
Sebenernya, satu-satunya jalan untuk keluar dari permasalahan ini ialah "nglupain kamu" tapi ya, susah lah, udah di coba sejak lama, usaha ku selalu gagal sia-sia.

Hanya yang di Atas yang tau aku diberi kebahagiaan melalui perantara siapa.

Salam, titarahanip.

Jumat, 13 Maret 2015

Satu paragraf buat Kamu

Selamat pagi aku ucapkan untuk mu dari tempat ku duduk saat ini. Aku hanya bisa memandang mu tanpa mengatakan satu patah kata pun untukmu.
Kamu apa kabar? Masih ingat masa-masa bersama kita tidak? Jika tidak, ya semoga ini memang jalan kita masing-masing.
Terima kasih ya sudah terlalu banyak waktu yang kamu luangkan untukku. Terima kasih sudah selalu mendengarkan cerita dan keresahan ku di kala aku bingung harus berbagi dengan siapa. Terima kasih sudah selalu memberikan pundak mu untukku bersandar. Terima kasih sudah selalu aku repotkan karena aku tak bisa melakukan sendirian.
Semua rasa terima kasih yang tak terkira itu untukmu.
Kini, setelah rasa terima kasih itu tersampaikan, aku hanya bisa berdoa, semoga kamu sukses ya di kemudian hari :)

Minggu, 01 Maret 2015

Untuk Kamu, di Hadapanku.

Bersama ini, akan ku ungkapkan segala isi hati ku untukmu.
Sudah satu tahun lebih aku menyimpan ini semua dari dirimu. Rasa nya ingin ku utarakan kepada mu semalam. Tapi aku selalu berpikir, aku hanya seorang perempuan yang bisa tersenyum jika kamu membawa kabar bahagia, biarpun itu bukan tentang "kita".
Coba kita hitung, sudah berapa banyak malam yang kita lalui bersama? Sudah berapa cerita yang telah kita buat? Dari itu semua, berapa banyak kenangan yang muncul? Dan berapa banyak perasaan cinta ku yang makin meluap?

Aroma parfum itu...
Selalu membekas di hidung ku, dan aroma itu selalu terbayang di hidung ku saat aku merindukan mu. Ingin rasanya ku peluk lagi tubuh itu, dan tak akan pernah aku lepaskan.
Jadi beginikah, rasa seorang perempuan yang sedang jatuh cinta? Rasa perempuan yang mencintai teman laki-lakinya sendiri. Rasa perempuan yang hanya bisa memeluk teman nya, bukan kekasih nya.

Aku selalu berdebar tiap bertatap wajah dengan mu. Aku selalu merasa, bahwa waktu selalu berjalan cepat saat aku sedang bersama mu.

Untukmu,
Terima kasih untuk waktu mu yang telah kamu berikan pada ku.
Terima kasih untuk perhatian mu selama ini.
Terima kasih untuk pelukan itu, dan terima kasih karena kamu selalu menjadi tempat ternyaman ku yang kedua setelah rumah.

Untukmu,
Aku selalu berdoa agar kamu diberi umur panjang, kesuksesan, serta kebahagiaan.
Aku juga akan selalu menemani perjalanan mu hingga nanti dari tempat ku menulis saat ini.
Jika kamu sudah ada di atas sana, aku orang keempat yang turut senang setelah ayah, ibu, serta adik mu.

Untukmu,
Semoga kamu segera mengetahui akan perasaan ini, sebelum semua terlambat, dan aku akan memilih jalan yang lain.

Dari aku yang menyayangi mu dengan semua airmata ku,
Tita.