Jumat, 13 November 2015

Hilang

Sampai hari ini, semuanya masih melekat dalam ingatan. Hal-hal dan kalimat yang sederhana, tapi membuat tenang dan bahagia.

"Jangan lupa sholat ya, aku mandi dulu"
"Makan dong, apa mau aku temenin makan? 😂"
"Aku belum ngantuk, jangan tidur dong"
"Bangun, udah siang"

Selain kalimat itu, masih banyak kalimat lain sebenarnya yang tidak mungkin ku tulis satu persatu.
Lalu bagaimana dengan hal-hal yang sederhana?
Adalah, banyak hal yang sudah kami lalui bersama.
Hal yang selalu membuatku tersenyum, dan aku selalu melihat senyuman di wajahnya. Hal yang tidak dapat ku peroleh lagi.

Untuk saat ini, jujur, semua rasa yang aku punya masih sama. Tidak semudah itu untuk melupakan kebaikan-kebaikan kamu. Tanpa ku tau, kamu sekarang sedang berada dimana dengan siapa. Aku masih memikirkan kamu.
Apa kabar? Semoga baik-baik saja ya, jangan lupa sholat sama makan.

Beberapa kali aku ingin mengirim beberapa pesan singkat untukmu, namun kurasa, belum waktunya, mungkin api yang menyala dalam hatimu, masih ada. Aku masih takut untuk bertegur sapa seperti dulu lagi.

Tenang saja, disini aku baik-baik saja, aku bisa menjaga diri, tanpamu, aku pun bisa bahagia. Dengan teman serta sahabat yang selalu ada untukku. Aku yakin, sekarang, kamu sudah mendapat kebebasan dan kebahagiaan yang kamu cari selama ini.

With love, titarahanip.
.
.
.
Ps: i miss u.

Sabtu, 07 November 2015

Hujan

Di tiap gerimis/hujan, pasti akan memiliki cerita yang takkan terlupakan bagi yang mengalami kejadian-kejadian penting dalam hidupnya. Aku, salah satunya.
Tiap hujan seperti petang ini, memori otak ku selalu berputar, mengingat banyak kejadian yang ku lalui saat hujan/gerimis. Baik kejadian menyenangkan, atau tidak menyenangkan.

Buatku, hujan selalu indah. Karena hujan lah yang bisa membuat ku tersenyum. Hujan itu berkah dari Yang Maha Kuasa, jangan di hujat ataupun di tolak. Di syukuri saja semua. Kembali lagi ke alasan ku untuk tersenyum. Di salah satu hujan yang pernah ku alami, aku pernah menangis bahagia, benar-benar bahagia. Oh saat itu bukan hujan, namun gerimis.

Apa yang membuat aku menangis bahagia? Doa ku selama satu tahun Alhamdulillah terjawab :)
Sungguh saat itu, aku benar-benar merasakan bahagia yang sesungguhnya, setelah aku hampir menyerah. Aku merasa, Allah tidak pernah tidak memberikan apa yang umatnya butuhkan. Pasti, akan diberi, tapi tetap waktu yang akan menemani mu, apabila apa yang kamu mau belum kamu dapatkan.

Jika gerimis saat itu dihubungkan dengan gerimis petang ini, bagaimana? Aku masih tersenyum. Biarpun sesuatu yang Allah beri sewaktu gerimis tempo hari telah pergi. Sesuatu itu perlahan mulai meninggalkan. Dan kenapa aku masih bisa tersenyum?
Setidaknya, aku sudah belajar, bagaimana cara untuk mendapat sesuatu yang aku inginkan dan, saat sesuatu itu pergi, aku benar-benar belajar untuk mengikhlaskan. Tak mudah, tapi aku yakin, bisa :)

Sesuatu itu akan menjadi salah satu pelajaran berharga dalam hidupku, bahwa, "Kamu boleh meminta apa saja yang kamu inginkan pada Allah. Jika Allah mengabulkannya, bersyukurlah, jika tidak, akan ada hal yang jauh lebih baik dari yang kamu minta".

Perbanyaklah berdoa, dan yakinlah, semua akan datang pada waktunya.

With love, titarahanip.

Jumat, 06 November 2015

Terima Kasih

Saat aku menuliskan ini, aku sudah siap untuk menutup semua lembaran yang pernah kita tulis bersama. Saat ini aku udah siap untuk memulai lembaran baru, tanpa kamu ikut mengisinya.

Terima kasih untuk semua waktu yang telah kamu berikan.
Terima kasih untuk semua hal yang telah kamu lakukan.
Terima kasih untuk rasa sayang yang pernah singgah sebentar dihatimu.
Terima kasih pernah membuat ku tersenyum, lalu membuatku menangis, benar-benar menangis begitu hebat.

Kesedihan yang aku rasakan kemarin, perlahan mulai hilang. Kamu yang biasanya melihat aku menangis, aku janji, tak akan ada lagi airmata yang menetes karena kamu alasannya. Sungguh, untuk pertama kalinya, aku ditinggal se sakit ini. Alasan-alasan yang kamu berikan hanya "klise". Saat kamu mengakhiri semuanya, kamu bilang apa, dan seiring berjalannya waktu, alasan yang terlontar dari mulutmu berbeda.

Aku tidak pernah menyesal pernah melalui banyak hal bersamamu. Bukan hanya kamu yang berkorban. Tapi aku? Coba ingat baik-baik, apa saja yang pernah kita lakukan. Apa yang telah aku perbuat dan kamu perbuat. Kamu ingat juga, apa pernah aku meminta sesuatu hal yang itu membuat kamu kerepotan sendiri? Aku mau kamu mengingat semuanya.

Kamu belum bisa berpikir dewasa. Bagaimana caraku untuk mengajakmu bicara baik-baik jika ego yang ada dalam pikiranmu masih tinggi?
Aku yang selama ini selalu dikatakan egois oleh orang-orang disekitarku, untuk kamu, aku mengurangi rasa egois itu, bahkan hilang.

Jika kamu membaca tulisanku saat ini, aku berharap, dengan perempuan manapun kamu, kamu akan bahagia. Dan jangan mengulang kesalahan yang telah kamu lakukan saat bersamaku. Tidak banyak perempuan yang mau menerima apa adanya dan terus-terusan bersabar.
Aku ingin melihat, perempuan seperti apa yang kamu bangga-banggakan saat ini. Memang pasti, untukmu, dia jauh lebih baik dari aku. Tapi, waktu yang akan menjawab.

Sekali lagi, terima kasih sudah pernah mengisi lalu meninggalkan.

With love, titarahanip.

Minggu, 10 Mei 2015

Terjawab Sudah

Minggu,10 Mei 2015.
Tepat satu hari setelah pengumuman SNMPTN resmi di umumkan.
Bukan bermaksud apa-apa aku nulis ini, bukan buat pamer atau apa. Tapi karena aku sayang banget sama kalian semua, tolong jangan berpikiran negatif dulu.

Alhamdulillah, keresahan ku selama ini terjawab. Aku dinyatakan lolos dalam SNMPTN tahun 2015 ini. Walaupun bukan di pilihan pertama, tapi setidaknya aku bisa bernafas lega.
Tapi, di saat seperti ini aku ga tega liat temen, sahabat, bahkan pacar sendiri. Usaha mereka ternyata masih keras. Mereka masih harus berjuang. Mental teman-teman ku banyak yang down :( banyak yang berharap pada SNMPTN, tapi Allah belum kasih itu :')
Dari hal ini, aku bisa menilai, mereka pasti lebih sabar daripada aku, usaha dan pengorbanan mereka pun lebih banyak dari aku.

Memang bukan perkara mudah untuk dilupakan. Tapi, kalo lama-lama kecewa ya buat apa? :')
Jangan putus asa sampai disini teman-teman. Masih ada waktu satu bulan lagi untuk memperjuangkan masa depan kalian. Kalian lebih hebat dari aku kok.
Kalian pun lebih beruntung dari aku. Kenapa aku bilang begitu? Ya, orang tua kalian masih lengkap kan? Sementara aku, Papa udah pergi sejak delapan tahun yang lalu buat ke surga. InsyaAllah..
Kalian masih di dukung oleh mereka.
Ya aku tau, mungkin di antara orang tua kalian banyak yang kecewa. Tapi, jangan merasa putus asa dengan itu semua. Hidup kalian pun masih panjang. Kalian masih bisa banggain kedua orang tua kalian.

Bukan maksud ku juga untuk menggurui. Jangan menunda-nunda waktu belajar kalian ya.
Kedua orang tua kalian sangat berharap pada kalian. Selagi orang tua masih lengkap, cobalah buat bahagia. Jangan sampe di kemudian hari kalian menyesal.
Buat teman ku yang muslim, jangan lupa sholat lima waktu ya... Sholat tahajud, sholat dhuha, puasa Senin dan Kamis. InsyaAllah Allah akan mendengarkan doa kalian jika disertai usaha yang maksimal.

Selamat berjuang ya teman-teman!! Semoga beruntung!
Sampai bertemu nanti di perguruan tinggi, insyaAllah..

Salam, titarahanip.

Rabu, 22 April 2015

Kulon Progo dan Malioboro

Ada cerita baru di dua tempat itu. Kulon Progo, tempat yang kemaren baru banget aku sambangin.
Alhamdulillah kemaren ada waktu buat "holiday" ma "temen-temen" deket di kelas. Buat pergi kemaren itu, ngerencanain nya hari Jumat, fix nya Senin malem. Sayang, satu dari temen ku ga bisa berangkat. Awalnya, ku kira bakalan batal. Tapi, ternyata enggak. Kita tetep berangkat, tapi agak siangan.

Dengan berbekal google maps, Kukuh nyetir sendirian. Biarpun cowoknya ada 4, Kukuh, Fakka, Acong, Qais, yang bisa nyetir lancar cuma Kukuh. Tenang, aku pergi ada temen ceweknya, Piya. Selama di jalan pas mau mendekati Kali Biru, kita semua cuma bisa berdoa. Iya, jalan nya curam banget. Tikungan nya tajam. Bagus sih jalannya, tapi kalo yang nyetir ga konsentrasi, bisa bubar :))
Kali Biru, tempat yang keliatan bagus banget di foto-foto yang dikirimkan anak-anak di multiperson chat bbm. Ternyata aslinya, lebih bagus dari yang di foto. Mungkin karena kita kesana bukan waktu liburan, jadi tempatnya relatif sepi.
Buat ke Kali Biru sendiri, kita harus jalan dari tempat parkir ke tempat yang dituju. Jalannya gimana? Sumpah, capek. Jalannya kaya mendaki gitu, kalo jalan sendiri susah deh. Apalagi yang gendut kaya aku gini. Udah, gandeng aja temen, daripada jatuh :))

Nyampe di atas. Langsung takjub.
Baru sekali ini ke tempat kaya gini, bagus banget, mana sama orang-orang yang ga aku duga sebelumnya. Udah deh, langsung aja foto-foto, tapi sayang, foto lengkap ber-7 ga terlalu bagus :')
Ya udah gapapa, yang penting kenangannya yang bagus. Kelar dari Kali Biru, tujuan kedua ternyata pantai Gelagah. Hah? Tempat apalagi itu. Aku juga baru pertama denger pantai Gelagah, tapi sudahlah, aku percaya aja. Berbekal google maps lagi, kami ke pantai Gelagah.

Nyampai di pantai nya....
SEPI GAIS. Adanya bapak-bapak yang lagi mancing, atau beberapa pasang orang yang lagi pacaran. Bzz. Sumpah ini pantai juga cakep.
Agenda foto-foto pun ga akan terlupakan. Sambil duduk-duduk manis di pantai sore itu, aku sempet ngobrol sama Piya. Yah biasalah curhat, di pantai anginnya sepoi-sepoi, di tambah deburan ombak kan buat curhat asik banget.
Kita di pantai ga lama banget lah, karena takut kemaleman. Pas mau balik dari pantai, nyari agenda lagi. Enaknya kemana. Waha, ternyata masih mau bikin kenangan :))
Nurut aja lah ama yang nyetir, akhirnya kita ke Malioboro.

Nyampe di Malioboro rasanya gemes banget, gini to rasanya nostalgia. Akhirnya kami misah, aku ama Piya ke Dunkin Donuts, dan yang cowok-cowok ke Kopi Jos. Aku ga tau Kopi Jos itu dimana, hingga akhirnya, pas keluar dari Dunkin, kita berdua bingung mau kemana. Bbm anak-anak ga ada yang nyaut, di telefon, juga ga ngangkat :))
Udah mulai bete. Dan... Kepala pusing. Karena kena sinar lampu kendaraan yang ada di jalan. Kepala rasanya udah mau muter-muter. Udah ga kuat jalan lagi. Aku ma Piya duduk di kursi, dan tiba-tiba ada mas-mas yang samperin ngajakin kenalan. Jujur, kami berdua takut. Ada di kota orang dan kami berdua sama-sama cewek. Tapi kami ga mau, terus akhirnya mas-mas itu pergi.

Lumayan lama nungguin anak-anak cowok nyamperin kami berdua. Hingga akhirnya pas mereka nyampe, kita langsung jalan lagi. Udah, malem itu, aku jalan nya kaya siput, lambat banget :)) kepala ku udah kaya muter-muter gitu. Yang lain udah pada jauh jalan di depan. Aku jalannya, berdua ma Fakka. Gila aja :)) Nyampe di mobil, pasang google maps lagi buat cari arah buat pulang, itu udah malem. Kami pulang sekitar jam 9 kalo ga salah, itu jam 9 dari Jogja lho :))

Nyampe Solo sekitar jam 11-an. Pulang dari rumah Andhika berdua doang ama Kukuh. Sumpah, jalanan sepi banget. Dan pada akhirnya aku nyampe rumah jam setengah 12. It's too night? No :))
Karena rumah Kukuh masih lebih jauh dari rumah aku. Iya jauh banget, dan itu udah malem. Ya, dari rumah aku sih berdoa aja biar dia nyampe rumah dengan selamat, setelah nyetir sendiri hampir seharian.

Inti dari semuanya. Ini masih kaya mimpi, bisa pergi liburan bersama mereka. Aku kira hanya wacana, tapi ternyata tidak. Aku ngerasain kedekatan yang ada di antara kami bertujuh, udah kaya temen deket banget. Karena ya emang mereka sih tempat ku lari kalo aku susah apa seneng. Dan mereka selalu ada, padahal kenal nya juga belum lama.
Terima kasih ya teman-teman semua, udah nge bawa Tita buat liburan barang sehari. Itu udah berkesan banget :')
Untuk kalian yang sering baca blog ku, atau tau kisah ku. Kalian pasti tau jawabannya :))
Foto-foto selama liburan kemaren, menyusul ya!

Salam, titarahanip.

Kamis, 16 April 2015

Selesai Satu Langkah

ALHAMDULILLAH.
Kamis, 16 April 2016 akhirnya aku bisa bangun siang tanpa harus mikir "nyicil belajar apa ya?"
Yap, Ujian Nasional udah aku lalui selama 3 hari kemaren. Grogi ga? Grogi sih awalnya. Sempet ga percaya diri. Tapi ya gimana, mau ga mau kan harus di jalanin.
Alhamdulillah, rasa depresi dan susah makan yang melanda karena mikirin ujian mulai berkurang, biarpun masih sedikit sensitif kalo mencium bau aneka seafood. Belum sepenuhnya bisa makan banyak juga, masih mikirin "SNMPTN gua gimana?! Moga kecantol. Aamiin".

Mundur seminggu yang lalu, aku susah makan. Susah banget. Mau nya makan yang aneh-aneh. Mulai dari mendadak pengen siomay, hingga makan bakpia, cuman ya kulitnya doang --"
Alhamdulillah, keturutan semua :D
Sekarang kalo mau makan? Ya udah sih kaya biasa, cuman makan ga banyak ampe berat badan turun 4kg.
Kaya nya porsi makan akan kembali normal setelah pengumuman SNMPTN dan setelah pelepasan. Ya biar kebaya nya muat :|

Udah satu yang aku lewatin.
Ternyata di belakang Ujian Nasional masih banyak yang harus aku hadapi, ya termasuk perkara itu lah. Kalian ya tau sendiri. Oke, nampak nya itu kita bahas bulan depan aja.
Sekarang, aku bingung. Bingung banget. Mau kemana dan ngapain?
Ini aja udah ngelayap ampe rumah sakit karena diajak temen. Catet, temen. Jangan mikir macem-macem. Mau nonton? Dih, nonton apa? Maklum, sombong dikit lah, sebelum ujian kemaren, aku sempet-sempetin nonton ama temen aku. Kami nonton Insurgent dan Furious7. Dua-dua nya recommended kok. Mau nonton Beauty and The Beast? Yah, udah punya film nya di laptop. Sayang ama duit, udah ga sekolah, jarang dapet duit x'))

Pengen nya sih cari kerja. Cuman mau kerja apaan? Ya yang bisa dimulai Senin depan lah, bukan Senin besok, karena masih ada beberapa agenda yang harus diselesaiin. Tapi yang jelas, selama libur satu bulan ke depan, saya akan rajin puasa dan jogging demi kemaslahatan umat. Tsailah. Ya demi kebaya yang muat di pake pas pelepasan lah.

Nah, ada waktu sekarang buat sering-sering main di blog. Tapi ya, selama masih deg-deg an ya sama aja boong.
Ya sudah, selamat menikmati masa libur sementara kalian teman-teman. Have fun, ya. Dan untuk adik-adik kelas, selamat masuk sekolah kembali, karena kemarin libur terakhir. Shemangat. Mwach :*

Salam, titarahanip.

Rabu, 08 April 2015

Jangan Sebut Itu Cinta

Dia yang bisa mendengarkan segala keluh kesahmu.
Dia yang selalu kamu jadikan pelampiasan saat kamu sedang lelah.
Dia yang sering menghabiskan waktu nya untuk menemani mu. Mungkin pernah, dia sedang sakit atau dia sedang banyak masalah, tetapi dia tetap menemani mu. Itu semua dia lakukan untukmu. Agar kamu bisa tersenyum dan tertawa seperti hari biasanya.

Dia yang mengerti kemauan mu.
Dia yang selalu menasehati segala hal yang kamu lakukan.
Dia yang berpikir panjang mengenai pendapat mu, mengenai usulan mu.
Pernahkah kamu memikirkan semua yang kamu katakan kepadanya dengan berpikir matang-matang?
Aku rasa belum.

Dia yang mengalah saat kamu keras kepala dengan pemikiran mu.
Kamu pikir, mengalah itu mudah? Tidak. Tidak semudah itu seseorang mau mengalah dan menyerahkan kuasa nya padamu.
Dia yang bisa kamu ajak untuk berdiskusi, membahas segala hal.
Mulai dari hal-hal penting, sampai hal-hal sepele yang seharusnya tidak perlu di ungkapkan.
Dia yang sering kamu ajak untuk berbagi kisahmu, entah apa saja. Bahkan hanya sekedar gossip saja, dia terkadang masih mau menanggapi. Mungkin berat bagi dia. Tapi ya kembali ke awal, dia melakukan itu semua hanya untuk membuat mu tersenyum dan tertawa.

Dia yang (mungkin) bisa menerima sifat-sifat burukmu. Tidak semua orang di sekitar mu dapat menerima sifat-sifat burukmu. Hanya segelintir orang, bahkan bisa di hitung dengan jari :)
Dia yang benar-benar aku rasa mau menerima semua kekurangan mu. Mengapa aku bisa berkata seperti itu?
Coba kamu ingat-ingat kembali, berapa kali kamu sudah menyusahkan dia? Berapa kali kelakuan kamu yang nyaris membuat dia naik pitam? Banyak bukan?
Renungkan itu semua.

Sebenarnya, di antara kalian berdua, sudah sama-sama berkorban bukan?
Kamu mungkin tidak merasa apa yang telah dia korban kan untuk mu. Mungkin kamu merasa itu adalah suatu hal yang wajar, tapi tidak buat dia. Setelah ini, aku berharap kamu akan mengetahui masa lalu nya. Apakah dia pernah berbuat seperti itu pada perempuan lain?
Sepertinya belum.
Buat ku, kalian berdua sudah sama-sama berjuang, tapi aku tidak mengerti, kalian sedang berjuang untuk apa? Yang kalian perjuangkan itu atas nama persahabatan atau cinta?

Sampai saat ini, aku tidak bisa menyimpulkan apa yang terjadi di antara kalian berdua.
Aku tidak bisa mengatakan dia cinta kepada mu. Biarpun banyak sekali bukti yang ada, itu semua bukan berarti cinta :) cinta tidak semudah itu.
Memang, jika cinta, dua-dua nya harus berkorban. Tapi, jika yang kalian lakukan hanya berkorban, tanpa tau untuk apa, itu sesuatu yang tidak wajar.
Jika kamu mengatakan kalian hanya berteman/bersahabat, aku tidak dapat menerima nya.
Persabatan tidak seperti itu.

Aku berharap, kamu akan merenungkan semua hal yang telah kamu lakukan ke dia. Begitu pun sebaliknya. Aku juga berharap, suatu hari nanti kalian dapat duduk berdua, membicarakan segala hal yang ada dalam isi hati kalian masing-masing. Aku tau, nanti pasti akan ada salah satu pihak yang terluka. Tapi, sebisa mungkin, aku mendoakan kalian berdua bahagia bersama, bukan bahagia dengan cara kalian masing-masing.

Salam, titarahanip.

Senin, 06 April 2015

Satu Minggu Lagi

Senin depan udah Ujian Nasional aja. Kadang mikir, perasaan baru kemaren deh masuk SMA, baru kemaren juga kenal ama anak-anak Tenain, baru kemaren juga kenal ama anak-anak IPS3. Eh tau-tau udah mau lulus aja sekarang :(

Sedih banget, hari ini tadi bener-bener jadi hari terakhir pelajaran. Dan yak, ga penuh, masih ada jam kosong. Kalo pun ngerjain soal, jujur udah bosen. Aku pribadi udah ada di titik jenuh, dimana aku udah pengen muntah liat soal-soal latihan ujian. Tapi, besok pagi masih ada try out sekolah :( mau maju buat UN ya belum siap-siap banget, mau mundur? YA GA MUNGKIN BISA LAH. HELLAWWWW.

Di saat teman-teman yang lain jam segini pada belajar sama les, aku malah sibuk nulis blog sambil nyoba-nyoba soal listening bahasa inggris. Harap maklum, pendengaran ku udah ga peka-peka banget, karena nyaris tiap hari make earphone dan dengerin lagu-lagu yang ga bikin ngantuk atau galau karena cuma bisa merusak mood.
Belum ada persiapan buat try out besok pagi. Mau nanya pas try out juga males. Karena aku tipe anak yang "udahlah make feeling aja" soalnya pernah, dulu udah jawab make feeling, lalu nanya temen, dan yang ku lingkari jawaban temen ku, akhirnya....SALAH. What the hell.
Makanya, kunci utama UN untuk ku sendiri ialah percaya diri, aku tiap mau try out ya berbekal percaya diri aja lah x))

Sisa seminggu lagi, nasib selama 3tahun di SMA ini hanya ditentukan 3hari di minggu depan. Semoga banyak Dewi Fortuna berada di pihak kita teman-teman. Selamat belajar untuk try out dan UN. Goodluck!

Salam, titarahanip.

Minggu, 05 April 2015

Bagian IPS 3

Permisi, sebelumnya maaf ya teman-teman kalo nanti namanya ada yang ga aku sebut disini, bukannya gimana-gimana, tapi lumayan capek ngetik nya. Tolong pengertian ya. Hihi.

Disini aku bakal nulis tentang teman-teman ku di IPS 3 yang lumayan cukup dekat, mengerti, dan sabar sama aku. Karena ini udah mau ujian, jadinya aku bakalan nulis tentang kalian disini. Ini subjektif sih ya. Karena menurut aku.
Oke, here we go.

Pertama, Stevani. Dia temen aku satu bangku, juga temen aku waktu mandi jaman kemah kelas X. Dia anaknya asik, baik, pinter, cantik. Tapi dibalik kecantikan dan kepintaran nya dia kadang terlihat....yah gitu deh. Menurut kalian aja gimana pas nya. Wuaha. Terima kasih ya, Stev udah mau jadi temen sebelah ku selama ini, udah mau ngajarin aku matematika, udah mau jadi partner gosip, serta makan di kantin :*

Kedua, Piya. Kalian tidak akan menemukan nama Piya di buku absen IPS 3. Iya, nama asli dia Rizki Nur Oktaviana. Sering banget aku dibilang kembar sama dia, gatau kenapa :( oiya dia juga yang selalu aku ceritain soal cowok itu. Piya juga temen rumpi serta makan di kantin aku. Biasanya kami bertiga bareng Stevani. Cuman sekarang agak jarang, ya mungkin karena kelas kita udah kepisah-pisah. Sedih. Terima kasih ya, Piya selalu dengerin curhatan-curhatan Tita bahkan sampe nangis-nangis :*

Lalu ada Firda sama Ayu. Cukup deket aku sama mereka berdua. Karena awal masuk IPS 3 aku sama mereka juga sama Stevani. Mereka berdua baik, ya biarpun cara bicara nya Ayu yang emang pedes sih gapapa. Kalo Firda, dia lucu, sering bikin ngakak, karena dia anaknya panikan. Terima kasih ya Ayu ma Firda udah mau jadi temen-temen aku di IPS 3 :*

Terus ada Kukuh. Wiii. Yang satu ini ga main-main. Jujur ya, aku dulu takut sama Kukuh karena dia pendiem, tapi gatau akhirnya aku bisa nyambung sama dia. Bahkan dia jadi orang yang selalu aku curhati soal laki-laki itu. Karena aku ngerasa, kaya nya cowok yang lumayan ngertiin aku di IPS 3 itu ya Kukuh. Pernah ada kabar burung kalo aku naksir sama Kukuh. Hah.. Itu hanya gosip teman-teman. Jujur, sampe sekarang, di antara kami tidak ada apa-apa, bahkan aku juga ga ada rasa apa gitu waktu ma dia. Emang dia baik, baik banget, tapi ya karena awalnya aku ga kenal, ku kira dia dulu galak :p tapi nyata nya, pada akhirnya aku sering minta tolong dia untuk anterin aku pulang. Well, terima kasih ya Kukuh, maaf sering ngerepotin kamu buat jemput/nganter aku :( semoga kamu dapet pahala yang lebih besar serta dapet pacar yang baik ya. Aamiin.

Qais. Sumpah ini anaknya kampret banget. Udah kecil, kurus. Tapi dia pinter sih, try out kota kemarin aja dia dapet peringkat 1 di kelas. Warbiyasak. Ngalahin Sekar. Dia yang sering beli tiket nonton dikala aku, Kukuh, Andhika, Fakka, Acong nonton bareng. Dia ma aku tua aku...setahun. Hih sebel.
Tapi makasih ya Qais udah mau jadi calo tiket :p

Yang terakhir ku tulis, Fakka. Bisa di panggil Alvian sih, ya terserah kalian manggil nya siapa.
Fakka ini lumayan pinter sih untuk ukuran anak-anak di kelas. Selain pinter, dia juga baik. Fakka ini orang sebenernya orang pertama yang ku cari kalo aku lagi pusing sebelum Kukuh. Aku sering banget ngerepotin Fakka. Nyaris tiap hari malahan. Haha. Tingkat kesabaran dia pun lebih tinggi daripada Kukuh.
Terima kasih ya udah nemenin aku nonton, beliin buku sama martabak manis, sama nemenin aku makan kemarin. Maaf ya belakangan ini sering bikin kamu stress juga gara-gara ku chat tengah malem, tapi untungnya kamu masih sabar. Ya intinya makasih ya buat semuanya!

Itu sebagian temen-temen yang kurasa cukup mau ngertiin aku. Bukan berarti yang lain ga ngertii. Aku, cuman kaya yang ku jelaskan di atas tadi, yang nulis yang capek.
Tapi, terima kasih ya teman-teman ku di IPS 3 semuanya!! Kalian semua berarti buat aku, aku sayang kalian semua!!
Semoga Ujian Nasional minggu depan kita semua dilancarkan sama Allah ya ngerjain nya. Me laff u! :*

Salam, titarahanip.

Hi-Mates

Sabtu kemarin merupakan salah satu Sabtu terbahagia! Mereka alasan nya. Ga nyangka, tiga tahun yang lalu, kami masih berasa di sekolah yang sama, kami masih SMP. Tanggal-tanggal segini, kami mikirin "mau masuk SMA mana ya? Takut nih kalo nilai pas-pasan".
Dan kemarin, kami berkunjung ke SMP sebagai alumni. Terharu sih, ngeliat temen-temen se angkatan kumpul gini. Ini belum semuanya. Kemarin ada banyak sekali alumni SMP Negeri 5 Surakarta yang kembali ke SMP, dan salah satunya aku.
Terima kasih teman-teman untuk harinya kemarin. Sukses untuk Ujian Nasional kalian minggu depan. Semoga kalian diterima di Perguruan Tinggi yang kalian inginkan ya.
Salam, titarahanip.

Selasa, 17 Maret 2015

Airmata Terakhir

Aku menulis ini mungkin sambil nangis bombay, tapi aku janji, ini airmata yang terakhir untukmu. Karena udah banyak airmata yang ku berikan untukmu selama ini.

Malam ini aku bakalan nulis segala ucapan maaf dan terima kasih untukmu yang aku yakin tak dapat ku utarakan secara langsung. Mumpung masih ada waktu.

Pertama, aku minta maaf ya karena aku bawel dan suka bikin kamu marah. Kedua, maaf ya aku suka ganggu waktu istirahat kamu. Lalu, maaf ya aku selalu nyuruh-nyuruh kamu seenak jidat. Maaf ya kalo aku keliatan main-main sama kamu atau keliatan seenaknya sendiri. Maafkan aku ya jika selama ini ada perkataan atau perbuatan ku yang menyinggung dirimu. Ada yang ku lakukan secara tidak sengaja, dan ada yang ku lakukan dengan sengaja, agar kamu sadar. Tapi nyata nya, kamu tak kunjung sadar, bahkan sampai membaca tulisan ku ini.

Selanjutnya, akan ku tuliskan rasa terima kasih ku untukmu.
Terima kasih ya kamu sudah mau mendengarkan semua keluh kesah ku. Terima kasih ya kamu sudah mau membaca dan membalas chat ku yang bahasannya terkadang tidak masuk akal.
Terima kasih ya sudah mau ku repotkan dalam berbagai hal. Terima kasih ya sudah memberi ku kejutan-kejutan yang tak pernah ku duga.
Yang jelas, terima kasih ya sudah mau menemani ku, mengerti aku, dan mungkin menerima ku apa adanya.

Aku sadar, waktu terus berputar, kurang lebih satu bulan lagi, kita akan berpisah.
Dari tempat ku menulis aku akan berdoa, semoga kamu sukses dan bahagia :)

Dari aku yang mulai bosan untuk menunggu, Tita.

Sabtu, 14 Maret 2015

Ya Udah sih Ya

Ku tulis postingan ini saat pikiran lagi ga karuan mikirin UN serta SNMPTN. Di kala genting seperti ini, daku masih sibuk memikirkan "doi". Ya udah lah ya, nama nya juga sayang, mau berusaha lupain model gimana aja tetep aja sayang. Tiga hari ini kaya nya, daku nangis tiap malem. Alay ya? Emang alay. Tapi lama-lama jadi beban juga kalo ga segera di selidiki. Cuman ya, susah banget :') udah ga bisa make mata-mata lagi :')

Siap ga siap. Mau ga mau.
Secepat waktu berjalan, kita bakal berpisah. Yekaleeee barengan mulu, daku juga mau kalo gitu :))
Masalah nya ialah, daku ga siap buat berpisah. Keluar dari zona nyaman sungguh lah sulit. Ahem. Gini sih gampangan nya, kalo misalnya kalian udah nyaman dan deket sama teman kalian, pasti rasanya buat berpisah itu berat. Beda sama temen jaman SMP, yang kita cuman pisah SMA, intensitas kita buat ketemu masih ada. Tapi kalo pisah untuk kuliah...
Boro-boro luar kota, se kampus atau se fakultas aja mungkin susah buat ketemu.
Takut buat keluar dari zona nyaman yang jelas. Aku selalu punya kendala buat adaptasi dan nemuin orang yang cocok :')
Sebenernya, satu-satunya jalan untuk keluar dari permasalahan ini ialah "nglupain kamu" tapi ya, susah lah, udah di coba sejak lama, usaha ku selalu gagal sia-sia.

Hanya yang di Atas yang tau aku diberi kebahagiaan melalui perantara siapa.

Salam, titarahanip.

Jumat, 13 Maret 2015

Satu paragraf buat Kamu

Selamat pagi aku ucapkan untuk mu dari tempat ku duduk saat ini. Aku hanya bisa memandang mu tanpa mengatakan satu patah kata pun untukmu.
Kamu apa kabar? Masih ingat masa-masa bersama kita tidak? Jika tidak, ya semoga ini memang jalan kita masing-masing.
Terima kasih ya sudah terlalu banyak waktu yang kamu luangkan untukku. Terima kasih sudah selalu mendengarkan cerita dan keresahan ku di kala aku bingung harus berbagi dengan siapa. Terima kasih sudah selalu memberikan pundak mu untukku bersandar. Terima kasih sudah selalu aku repotkan karena aku tak bisa melakukan sendirian.
Semua rasa terima kasih yang tak terkira itu untukmu.
Kini, setelah rasa terima kasih itu tersampaikan, aku hanya bisa berdoa, semoga kamu sukses ya di kemudian hari :)

Minggu, 01 Maret 2015

Untuk Kamu, di Hadapanku.

Bersama ini, akan ku ungkapkan segala isi hati ku untukmu.
Sudah satu tahun lebih aku menyimpan ini semua dari dirimu. Rasa nya ingin ku utarakan kepada mu semalam. Tapi aku selalu berpikir, aku hanya seorang perempuan yang bisa tersenyum jika kamu membawa kabar bahagia, biarpun itu bukan tentang "kita".
Coba kita hitung, sudah berapa banyak malam yang kita lalui bersama? Sudah berapa cerita yang telah kita buat? Dari itu semua, berapa banyak kenangan yang muncul? Dan berapa banyak perasaan cinta ku yang makin meluap?

Aroma parfum itu...
Selalu membekas di hidung ku, dan aroma itu selalu terbayang di hidung ku saat aku merindukan mu. Ingin rasanya ku peluk lagi tubuh itu, dan tak akan pernah aku lepaskan.
Jadi beginikah, rasa seorang perempuan yang sedang jatuh cinta? Rasa perempuan yang mencintai teman laki-lakinya sendiri. Rasa perempuan yang hanya bisa memeluk teman nya, bukan kekasih nya.

Aku selalu berdebar tiap bertatap wajah dengan mu. Aku selalu merasa, bahwa waktu selalu berjalan cepat saat aku sedang bersama mu.

Untukmu,
Terima kasih untuk waktu mu yang telah kamu berikan pada ku.
Terima kasih untuk perhatian mu selama ini.
Terima kasih untuk pelukan itu, dan terima kasih karena kamu selalu menjadi tempat ternyaman ku yang kedua setelah rumah.

Untukmu,
Aku selalu berdoa agar kamu diberi umur panjang, kesuksesan, serta kebahagiaan.
Aku juga akan selalu menemani perjalanan mu hingga nanti dari tempat ku menulis saat ini.
Jika kamu sudah ada di atas sana, aku orang keempat yang turut senang setelah ayah, ibu, serta adik mu.

Untukmu,
Semoga kamu segera mengetahui akan perasaan ini, sebelum semua terlambat, dan aku akan memilih jalan yang lain.

Dari aku yang menyayangi mu dengan semua airmata ku,
Tita.

Kamis, 19 Februari 2015

Galau SNMPTN

Yak, tulisan ini aku tulis saat lagi galau-galau nya milih jurusan buat SNMPTN atau masuk PTN jalur undangan. Hingga menyebabkan aku migren dan diare pada akhirnya.
Galau musti memilih apa, aku pun nanya ama temen-temen aku. Dan kebanyakan dari mereka, lebih seneng kalo aku masuk ke Ilmu Komunikasi. Yak, sebenernya, udah pengen masuk Komunikasi dari jaman masuk SMA, cuman pengen nya Komunikasi Padjajaran. Tetep lah ya. Biar satu almamater ama Adhyra.
Oke, kembali ke topik. Setelah liat-liat nilai ku sendiri, BLAAAARRRRR. Buat masuk Ilmu Komunikasi UNS aja pas-pas an dan "mbuh mbuh an". Rada "down" sih sebenernya. Cuman mau gimana lagi? Orang semuanya sudah terlanjur.

Mikirin SNMPTN buat aku ga ada abisnya saat ini. Ada rasa was-was, takut kalo ga diterima. Naudzubillah..
Bukan ngerasa minder juga sama nilai rapot sendiri, ya karena liat jumlah pendaftar tahun-tahun sebelumnya lalu dibanding dengan jumlah yang diterima, haahh pengen pingsan seketika.
Segalau-galau nya aku mikir cowok, aku ga pernah galau sampe diare gini. Hanya jurusan kuliah lah yang saat ini membuat ku galau. Oiya lupa, satu lagi yang suka bikin galau. Materi Ujian Nasional Geografi.
Buat ku, kini Matematika Alhamdulillah sudah nggak terlalu sulit. Semua ini aku lalui dengan penuh pengorbanan, yaitu Les.

Rasanya kalo liat web nya buat daftaran SNMPTN, bawaannya pengen klik daftar, biar buruan selesai, tapi apa daya, masih ada beberapa berkas yang harus aku selesai-in. Capek sih, galau-galau mulu.

Udah lah, sekian postingan singkat dari aku. Semoga abis ini aku bisa berpikir dengan jernih.
Sekian, dan salam hitz. ��