Rabu, 10 Juli 2013

M I M P I

Hari ini hujan datang secara tiba-tiba, tanpa permisi, namun dia datang masih disertai langit yang mendung.
Baru hari pertama puasa, kok hujan ya.
Entahlah, apa yang Allah SWT rencana kan memang terkadang beda dengan yang kita rencanakan sejak lama.
Aku masih duduk diam di depan laptop, sambil mendengarkan radio.
Sesekali aku melirik handphone, nampaknya tidak ada apa-apa.
Iya, aku sedari tadi menunggu kabar dari seorang laki-laki yang bagi ku mungkin paras nya cukup tampan, namun entahlah bagi kalian.
Sejak jam sahur tadi pagi saat dia menelepon, tak ada kabar lagi.
Ingin rasanya menghubungi duluan, tapi... yah nanti jadi salah paham, nanti dikiranya aku terlalu mengejar dan mencari dia.
Aku biarkan saja dia berjalan kemanapun sesuka hati dia dan bergaul dengan siapa pun, ga ada rasa buat mengekang dia agar membatasi pergaulan nya.
Dalam kontak handphone ku, aku beri nama dia 'pacar'. Iya cuma gitu. Tanpa harus menggunakan nama dia.
Tujuan aku memberi nama kontak dia seperti itu, biar aku selalu inget, sekesel-kesel nya aku sama sikap dia, dia tetap pacar aku. Atau se nyebelin apapun sikap nya, dia tetap pacar buat aku.
Kadang kan ada, anak cewek yang dikit-dikit ngambek sama pacar gitu. Apa dia ga inget, kalo dia lagi pengen manja, pengen ini itu larinya ke siapa setelah orang tua? Paling pacar kan. Makanya punya pacar jangan di sia-sia in, kalo pacar punya duit aja di deketin, kalo ada maunya ya deketin pacar, tapi kalo lagi bete, tau deh.
Nah, itu tadi aku sebutin apa tujuan & motivasi memberi kontak nama kamu dengan nama 'pacar'.

Dari subuh, terhitung nyaris dua belas jam di hari pertama puasa tanpa kamu itu nggak biasa.
Tapi, berhari-hari tanpa kabar dari kamu, udah bi-a-sa banget.
Aku udah cukup pengertian sama semua kesibukan kamu dan jarak dua kota ini *ubah skala atlas*
Iya. Gitu. Ditinggal-tinggal gitu udah jadi makanan sehari-hari.
Jangan tanya lagi gimana rasa kangen nya. Kalo kangen udah jadi duit, aku udah kaya.

Hujan datang makin deras, hingga aku dengar handphone ku berbunyi.
Ada yang telefon, iya, kontak nya bernama 'pacar' lah ga perlu waktu lama buat mengangkat telefon itu.
Segera aja aku angkat telefon, tapi kenapa suara yang bicara berbeda ya.
'Halo, ini dengan siapa?' - ujar orang yang berada disana.
'Loh, harusnya saya yang tanya ini siapa? Ini handphone pacar saya' - jawabku.
'Oh, begini mba, saya mau mengabarkan, pacar mba kecelakaan, tadi jam 1 siang di jalan tol, mobil pacar mba ditabrak sebuah truk' - jawab orang yang disana lagi.
Seketika badan ini lemas, dingin, dan handphone ku pun terjatuh.
Aku gatau harus berbicara apa sekarang.
Tangan ini udah dingin, mata ini udah mengeluarkan airmata sederas hujan di luar.
Ya Allah apakah ini cobaan di hari pertama puasa untuk ku? - kata ku dalam hati.
Tanpa pikir waktu yang panjang, aku segera mengambil tas dan berlari keluar kamar menuju ke garasi mobil.
Aku berencana buat ke Bandung saat ini juga.

Di tengah jalan saat tengah menyetir, aku menyerempet seorang gadis kecil yang sepertinya berjualan makanan kecil untuk berbuka puasa.
Aku segera menolong nya dan membawa nya ke dalam mobil, untung dia tidak terluka parah.
Jalanan dari Jakarta ke Bandung sore ini lumayan lancar.
Namun saat aku mulai memasuki gerbang tol Cikampek, anak kecil yang duduk di samping ku sudah tidak ada dan aku merasa ada seseorang yang menggenggam tangan ku.

'Bangun, kamu kenapa teriak-teriak, ini hampir jam setengah 6 sana bangun, sholat Ashar dulu'
Aku perlahan membuka mata dan melihat, di samping ku sudah ada laki-laki berumur sekitar 20 tahun-an yang berkacamata sedang mengelus kepala ku.
Suara itu. Iya. Suara pacarku.
Aku sontak terbangun dengan wajah keheranan.
'Kamu gapapa kan? Handphone kamu aktif? Kamu ga kecelakaan kan?' - kata ku.
'Kamu ngomong apa? Makanya sore-sore gini jangan tidur, yang ada kamu di telepon ga nyaut' - kata dia.
'Oh iya. Hehe. Maaf ya, yaudah aku mau sholat dulu. Kamu siapin makanan buat buka puasa habis ini ya, aku tadi cuma masak rendang, kirain kamu nggak kesini sih' - kata ku sambil mengecek handphone dan segera bangun.
'Tenang aja, aku udah bawa banyak makanan kok tadi, nanti habis buka puasa, aku mau nyoba yang meng-imam-i sholat mahgrib kamu di hari puasa yang pertama' - kata dia.
Alhamdulillah Ya Allah. Kau masih mempunyai mahkluk ciptaan yang seperti ini.
Ini hari pertama di bulan puasa yang sangat indah sekali. Terima kasih Ya Allah.

Oke. Ternyata itu tadi cuma mimpi ya, yaudah sekarang pada siap-siap yuk.
Yang cewek pada belajar masak, yang cowok pada ngajarin dedek-dedek TPA mengaji.
Selamat ngabuburit teman-teman :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar