Pada akhirnya, aku akan jatuh cinta dengan seseorang yang tak terduga. Seseorang yang keberadaannya selalu aku kesampingkan. Padahal dia ada, padahal kami bisa berkabar.
Sayangnya, aku sudah tidak mau berkabar-kabar seperti itu. Aku ingat betul, dia pernah berujar;
Kamu masih bisa makan kan kalo aku ga ingatkan? Kamu masih harus sholat kan tanpa aku suruh? Kalau kamu sakit, kamu bisa ke dokter lalu ke apotek kan tanpa harus ada aku?
Ya, dia mengajarkan aku untuk belajar mandiri, tidak hidup dalam ketergantungan. Aku tidak pernah iri dengan teman ataupun sahabat yang dengan mudahnya bisa berkabar dengan pacar/kecengan masing-masing. Aku sudah terbiasa dengan kirim pesan pagi ini, dibalas besok sore. Aku belajar memahami, belajar bersabar.
Tapi, dengannya aku lupa bagaimana rasanya menangis tersedu-sedu hanya karena pesan singkat tidak dibalas. Merasa bebas, tidak terikat, tapi harus bertanggung jawab.
Mau aku punya pacar sekalipun, dia tak akan marah, tidak. Karena di antara kami, belum terikat status yang resmi. Aku pun tak mau mengejar-ngejar status. Toh buat apa, kalau kami berdua lebih bahagia seperti ini. Tapi buat saat ini, rasanya untuk membuka hati buat yang lain masih cukup sulit. Masih tersimpan rasa-rasa trauma. Masih harus meraba-raba sifat orang.
Yang cover nya baik, belum tentu baik buat ku. Yang cover nya seenaknya sendiri, belum tentu jahat ke aku. Ya, namanya juga hidup, apapun dijalani segimana bahagia nya ya. Tapi, namanya pangeran pujaan hati akan datang dengan sendirinya dan cerita ini akan berakhir dengan bahagia! Aamiin
Btw, semangat bertugas ya. Semoga apa yang kamu kerjakan selalu menjadi berkah dan ibadah buat mu dan orang-orang di sekitar juga. Aamiin
With love, titarahanip.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar