Minggu, 26 Mei 2013

Jatuh Cinta Sendiri

Rintikan air hujan terdengar makin keras.
Tak beda dengan detak jantung ini.
Aku sendiri yang merasakan nya, rasanya semua semakin cepat.
Hal ini terjadi lagi untuk kesekian kalinya.
Saat kita duduk berdua di satu kafe, dan saling terdiam.
Entah perasaan apa yang membuat jantung ku berdebar tidak karuan.
Namun, rasa ini hanya terjadi saat denganmu, ya hanya kita berdua yang ada.

Tanpa kau tau, dari tempat ku duduk, aku menatap bola mata mu.
Bola mata yang penuh makna, bola mata yang berisi kepastian, yang selalu menatap ku saat aku sedih.
Tangan ku terasa dingin dengan hanya menatap wajahmu.
Wajah yang terlihat tampan dan tegas, wajah yang bisa membuat hati wanita mana pun meleleh.

Dari dulu yang aku butuhkan hanyalah kepastian, tak pernah aku menemukan lelaki yang seperti ini.
Lelaki yang memiliki tatapan kepastian dan penuh makna.
Lelaki yang bisa mengayomi hati wanita mana pun, terlebih kekasihnya.
Sayang, lelaki itu tak punya kekasih hati, bahkan aku, perempuan yang mengagumi nya tak pernah mau memberikan kode-kode tak pasti, rasanya tak sampai hati.

Aku hanya membiarkan lelaki itu berada di depanku, memikirkan banyak hal, aku tak mau mengganggu pemikiran nya.
Aku yakin, salah satu pemikiran nya di sore ini adalah calon kekasihnya.
Iya, calon kekasihnya, dan itu tidak mungkin aku. Aku hanya menjadi 'teman' ya cukup teman untuk bersama saja, bukan menjadi teman hidup.

Banyak waktu yang telah dia berikan untukku, seringkali aku menganggap waktu yang ia berikan adalah sia-sia.
Kenapa aku menyebut sia-sia? Ya. Karena dibalik pekerjaan nya yang sibuk, dia selalu menyempatkan diri untuk mendengarkan cerita ku.
Mungkin pikiran ku sama dengan kalian, tapi tidak bagi dia.
Sering nya memiliki waktu untuk bersama, tak pernah membuat dia memiliki perasaan yang sama seperti ku. Bahkan, malam minggu ku selalu bersama dengan nya. Hari-hari kerja pun selalu bersama dengan nya. Hampir tak ada waktu yang terlewatkan bersama nya.

Aku yang salah, aku yang memiliki perasaan itu.
Aku yang jatuh cinta diam-diam, aku yang jatuh cinta sendiri.
Tanpa dia tau, bagaimana aku menyimpan perasaan ini dengan rapi, tanpa seorang pun tau.
Aku tak pernah mau dia tau ini semua, aku takut.
Aku takut tatapan penuh makna dan kepastian tadi hilang dari hadapan ku.
Cukup, untuk kali ini aku simpan rasa ini sendiri.
Biar aku yang jatuh cinta sendiri, biar aku yang sakit hati sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar